BUNYI
hello guys, btw ini blog pertama saya ya, jadi kalau konten nya kurang menarik harap maklum ye, yahhh tau sendiri lah, nama nya juga pertama kali hehehe
Okay..... Karna ini blog pertama, perihal yang akan saya bahas adalah bunyi
"sebelum kita ke inti, saya mau curhat ni, readers kan udah pada tau kalau judul yang saya ambil "IPA" kan, nah mungkin dari sebagian readers pada tanya kenapa ngambil ipa? Knp gk lain aja? Knp gk ngambil yang lebih di minati oleh pembaca? Yap, alasan nya cukup satu, karna saya suka ipa, sebenarnya bukan hanya ipa sih tapi matematika juga saya suka loh, tapi entah kenapa saya milih judul nya ipa, hehehe gpp lah yang penting saya nya senang" itu perkenalan doang ya, maap gaje 😂
Now, kita masuk ke inti.....
A. PENGERTIAN BUNYI
Bunyi di hasilkan oleh benda yang bergetar. Benda bergetar yang menghasilkan bunyi disebut "SUMBER BUNYI".
Bunyi termasuk gelombang "MEKANIK" dan gelombang "LONGITUDINAL".
Bunyi dapat di dengar jika memenuhi syarat sebagai berikut:
1) Terdapat sumber bunyi. Sumber bunyi akan bergetar sehingga menimbulkan frekuensi audio yang dapat di dengar oleh manusia.
2) Ada medium (zat perantara. Misalnya, zat padat, cair, dan gas. Bunyi tidak dapat merambat melalui ruang hampa udara.
3) Ada objek pendegar atau penerima dalam jangkauan sumber bunyi.
B. CEPAT RAMBAT BUNYI
Bunyi yang merambat pada suatu medium tertentu memiliki cepat rambat yang berbeda beda.
Rumus cepat rambat bunyi, yaitu :
Kecepatan bunyi/v (m/s) = jarak/s (m) : waktu tempuh/t (s)
Ket: pada waktu tempuh jika mendapati soal yang di ketahui waktu nya terdapat 2, berarti menggunakan waktu tempuh "delta t"
C. MACAM MACAM BUNYI
a. Berdasarkan Frekuensi
1. Infrasonik, yaitu bunyi yang memiliki frekuensi kurang dari 20 Hz. Bunyi ini tidak dapat didengar oleh manusia dan hanya bisa didengar oleh beberapa jenis hewan, seperti anjing dan jangkrik.
2. Audiosonik, yaitu bunyi yang memiliki frekuensi antara 20-20.000 Hz. Bunyi audiosonik dapat didengar oleh telinga manusia.
3. Ultrasonik, yaitu jenis bunyi yang memiliki frekuensi lebih dari 20.000 Hz. Gelombang bunyi ultrasonik tidak dapat didengar oleh telinga manusia, tetapi hanya dapat didengar oleh beberapa hewan seperti kelelawar dan lumba-lumba.
b. Berdasarkan Keteraturan Frekuensi
Berdasarkan keteraturan frekuensi gelombangnya, bunyi dikategorikan menjadi tiga yaitu :
1. Nada, yaitu bunyi yang memiliki frekuensi yang teratur.
Contoh: bunyi bunyi yang dikeluarkan oleh alat musik.
2. Desah, yaitu bunyi yang memiliki frekuensi yang tidak teratur.
Contoh: desiran angin dan ombak.
3. Dentum, yaitu bunyi desah yang sangat keras dan mengagetkan pendegar.
Contoh: bunyi ledakan, bom, dan halilintar.
D. HUKUM MARSENE
- Hukum Marsene menyatakan faktor
faktor yang memengaruhi nada senar atau dawai dengan menggunakan sonometer.
- Frekuensi yang di hasilkan oleh dawai, yaitu:
1. Berbanding terbalik dengan panjang senar (I).
2. Berbanding lurus dengan akar tegangan senar (F).
3. Berbanding terbalik dengan akar luas penampang senar (A)
4. Berbanding terbalik dengan akar massa jenis senar (phi).
E. Resonansi
Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena getaran benda lain yang memiliki frekuensi yang sama.
Syarat terjadi nya Resonansi:
1. Memiliki Frekuensi sama dengan frekuensi sumber getaran.
2. Memiliki lapisan berupa selaput tipis.
3. Panjang kolom udara merupakan kelipatan ganjil dari seperempat panjang gelombang.
Beberapa macam resonansi, yaitu:
1. Pada senar atau dawai, dapat terjadi resonansi apabila kedua dawai memiliki panjang, jenis senar, dan dipetik dengan tegangan yang sama.
2. Pada bandul resonansi terjadi jika memiliki panjang yang sama.
3. Pada kolom udara.
F. PEMANTULAN BUNYI
- Peristiwa pemantulan bunyi dapat terjadi jika gelombang bunyi mengenai suatu permukaan bahan yang keras dan pejal.
- Hukum pemantulan bunyi:
1. Bunyi datang, garis normal, dan bunyi pantul terletak dalam satu bidang datar.
2. Sudut datang gelombang bunyi sama dengan sudut pantulnya.
- Macam macam bunyi pantul, yaitu:
1. Gaung, yaitu bunyi pantul yang datangnya bersamaan dengan bunyi asli. Gaung terjadi jika jarak bidang pantul jauh dari sumber bunyi.
2. Gema, yaitu bunyi pantul yang datang nya setelah bunyi asli. Gema terjadi jika jarak bidang pantul sangat jauh dari sumber bunyi. Gema dapat dipakai untuk mengukur kedalaman laut dan panjang lorong gua.
Finishh, akhirnya selesai juga ya konten ku yang ini :)
Makasih juga untuk para readers yang udah nyempatin baca blog ku, sering sering ya mampir di blog saya :)
By by by, sampai ketemu di konten selanjut nya 😉
hello guys, btw ini blog pertama saya ya, jadi kalau konten nya kurang menarik harap maklum ye, yahhh tau sendiri lah, nama nya juga pertama kali hehehe
Okay..... Karna ini blog pertama, perihal yang akan saya bahas adalah bunyi
"sebelum kita ke inti, saya mau curhat ni, readers kan udah pada tau kalau judul yang saya ambil "IPA" kan, nah mungkin dari sebagian readers pada tanya kenapa ngambil ipa? Knp gk lain aja? Knp gk ngambil yang lebih di minati oleh pembaca? Yap, alasan nya cukup satu, karna saya suka ipa, sebenarnya bukan hanya ipa sih tapi matematika juga saya suka loh, tapi entah kenapa saya milih judul nya ipa, hehehe gpp lah yang penting saya nya senang" itu perkenalan doang ya, maap gaje 😂
Now, kita masuk ke inti.....
A. PENGERTIAN BUNYI
Bunyi di hasilkan oleh benda yang bergetar. Benda bergetar yang menghasilkan bunyi disebut "SUMBER BUNYI".
Bunyi termasuk gelombang "MEKANIK" dan gelombang "LONGITUDINAL".
Bunyi dapat di dengar jika memenuhi syarat sebagai berikut:
1) Terdapat sumber bunyi. Sumber bunyi akan bergetar sehingga menimbulkan frekuensi audio yang dapat di dengar oleh manusia.
2) Ada medium (zat perantara. Misalnya, zat padat, cair, dan gas. Bunyi tidak dapat merambat melalui ruang hampa udara.
3) Ada objek pendegar atau penerima dalam jangkauan sumber bunyi.
B. CEPAT RAMBAT BUNYI
Bunyi yang merambat pada suatu medium tertentu memiliki cepat rambat yang berbeda beda.
Rumus cepat rambat bunyi, yaitu :
Kecepatan bunyi/v (m/s) = jarak/s (m) : waktu tempuh/t (s)
Ket: pada waktu tempuh jika mendapati soal yang di ketahui waktu nya terdapat 2, berarti menggunakan waktu tempuh "delta t"
C. MACAM MACAM BUNYI
a. Berdasarkan Frekuensi
1. Infrasonik, yaitu bunyi yang memiliki frekuensi kurang dari 20 Hz. Bunyi ini tidak dapat didengar oleh manusia dan hanya bisa didengar oleh beberapa jenis hewan, seperti anjing dan jangkrik.
2. Audiosonik, yaitu bunyi yang memiliki frekuensi antara 20-20.000 Hz. Bunyi audiosonik dapat didengar oleh telinga manusia.
3. Ultrasonik, yaitu jenis bunyi yang memiliki frekuensi lebih dari 20.000 Hz. Gelombang bunyi ultrasonik tidak dapat didengar oleh telinga manusia, tetapi hanya dapat didengar oleh beberapa hewan seperti kelelawar dan lumba-lumba.
b. Berdasarkan Keteraturan Frekuensi
Berdasarkan keteraturan frekuensi gelombangnya, bunyi dikategorikan menjadi tiga yaitu :
1. Nada, yaitu bunyi yang memiliki frekuensi yang teratur.
Contoh: bunyi bunyi yang dikeluarkan oleh alat musik.
2. Desah, yaitu bunyi yang memiliki frekuensi yang tidak teratur.
Contoh: desiran angin dan ombak.
3. Dentum, yaitu bunyi desah yang sangat keras dan mengagetkan pendegar.
Contoh: bunyi ledakan, bom, dan halilintar.
D. HUKUM MARSENE
- Hukum Marsene menyatakan faktor
faktor yang memengaruhi nada senar atau dawai dengan menggunakan sonometer.
- Frekuensi yang di hasilkan oleh dawai, yaitu:
1. Berbanding terbalik dengan panjang senar (I).
2. Berbanding lurus dengan akar tegangan senar (F).
3. Berbanding terbalik dengan akar luas penampang senar (A)
4. Berbanding terbalik dengan akar massa jenis senar (phi).
E. Resonansi
Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena getaran benda lain yang memiliki frekuensi yang sama.
Syarat terjadi nya Resonansi:
1. Memiliki Frekuensi sama dengan frekuensi sumber getaran.
2. Memiliki lapisan berupa selaput tipis.
3. Panjang kolom udara merupakan kelipatan ganjil dari seperempat panjang gelombang.
Beberapa macam resonansi, yaitu:
1. Pada senar atau dawai, dapat terjadi resonansi apabila kedua dawai memiliki panjang, jenis senar, dan dipetik dengan tegangan yang sama.
2. Pada bandul resonansi terjadi jika memiliki panjang yang sama.
3. Pada kolom udara.
F. PEMANTULAN BUNYI
- Peristiwa pemantulan bunyi dapat terjadi jika gelombang bunyi mengenai suatu permukaan bahan yang keras dan pejal.
- Hukum pemantulan bunyi:
1. Bunyi datang, garis normal, dan bunyi pantul terletak dalam satu bidang datar.
2. Sudut datang gelombang bunyi sama dengan sudut pantulnya.
- Macam macam bunyi pantul, yaitu:
1. Gaung, yaitu bunyi pantul yang datangnya bersamaan dengan bunyi asli. Gaung terjadi jika jarak bidang pantul jauh dari sumber bunyi.
2. Gema, yaitu bunyi pantul yang datang nya setelah bunyi asli. Gema terjadi jika jarak bidang pantul sangat jauh dari sumber bunyi. Gema dapat dipakai untuk mengukur kedalaman laut dan panjang lorong gua.
Finishh, akhirnya selesai juga ya konten ku yang ini :)
Makasih juga untuk para readers yang udah nyempatin baca blog ku, sering sering ya mampir di blog saya :)
By by by, sampai ketemu di konten selanjut nya 😉
Very Good,,semoga bisa membuat lagi, konten yang bisa menambah wawasan untuk orang lain 😊
BalasHapusTerus berkarya
BalasHapusTerimakasih ilmunya. Semangat buat konten yang lain lagi ya❤
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusSemoga bermanfaat, tetap semangat
BalasHapus